Djangan Batja Boekoe!

Oleh: Khairil Miswar

Bireuen, 16 Maret 2016

Kita semoea tentoe pernah mendengarkan jang bahwa ada sebahagian orang jang merasa alergi atau poen tidak soeka dengan boekoe. Orang terseboet kadang2 djuga melarang kita oentoek membatja boekoe karena ditakoetkan kita akan mendjadi tersesat nantinja. Dia senantiasa memberikan peringatan pada kita bahwa membatja boekoe dapat memboeat kita sesat.

Saja tidak tahoe apakah orang2 seperti Hamka, Hasbi Ash-Shiddqiey, Ali Hasjimi, Mohammmad Natsir, Aboebakar Atjeh, Sirajuddin Abbas dan laen2 orang djoega sesat, karena mereka itoe adalah pengarang2 besar. Djika membatja boekoe itoe sesat, tentoelah pengarang2 boekoe lagi2 sesat karena mereka banjak menoelis boekoe.

Kadang2 orang jang mentjegah kita batja boekoe karena orang itoe tidak bisa batja boekoe, tidak kenal hoeroef latin karena itoe hoeroef kafer, maka diadjaklah kita supaja tidak membatja agar dia orang punja kawan jang sama2 tidak batja boekoe. Tapi ada djuga orang jang di hadapan kita dia bilang tak boleh batja boekoe, tetapi di belakang kita orang dia poela memakan (membatja poela) boekoe. Orang seroepa ini ingin supaja dia sahadja njang pandai, orang laen biar sadja bodoh dan tak punja kuwalitet agar bisa ditipoenja, maka dilaranglah batja boekoe. Orang batja boekoe itoe banjak tahoe, maka tersebab itoe ada orang2 jang iri dengki, maka diharamkanlah batja boekoe.

Ketjuali itoe, ada poela orang jang mengatakan bahawa kalau nak pandai batjacalah kitab, djangan batja boekoe.  Orang seroepa ini mahoe berdebat semalam sontoek bahawa kitab dan boeko itoe tidaklah sama. Kata dia, kitab itoe ditoelis hoeroef Arab, adapoen boekoe ditoelis latin. Ini dia poenja dalil hebat benar sekali. Orang matjam ini tentoe tidak pernah batja soerat kabar Arab, itoe semoea ditules pakai heeroef Arab, apakah itoe djoega kitab? Saja takoetnja orang seroepa itoe djika pergi musafir ke Arab dia akan terheran-heran melihat satoe kitab jang berjoedoel kitabur Riyadhiyyah atawa kitab Al-Jabar. Dia sangkakan itoe kitab hebat, maka dibelilah kitab itoe. Sesampai di kampoeng dia nampakkanlah kitab itoe pada kawan2nja. Tapi kawan2nja dia itoe terkejoet melihat isi kitab itoe kerana berisi ilmoe tambah kurang bagi kali. Rupanja jang disangkanja kitab itoe adalah boeko Matamatik, boekoe boewat belajar berhitoeng. Higs-higs-higs…, kawan2nja poen tertawa-tawa. Ontoeng poen dia tidak beli “Kitab Al Kimiya.” Kalau sempat beli itoe kitab tentoe dia akan pening kepala karena itoe kitab pasal bikin bom, tidak ada pasal thaharah. Hugs-hugs-hugs…Achirnya dia tersadar bahwa di Arab itoe boeko diseboet kitab sebagaimana poela orang British seboet book. Tapi masih mahoe djuga dia bertegang oerat sama kita. Dia mahoe paksa kita pertjaca boeta sadja sama dia orang, dipikernja ini zaman doeloe, mahoe paksa2 sadja.

Dalam pada itoe kita tentoe kenal dan tahoe, bahkan moengkin sering kita batja sewaktoe mengadji doeloe, satoe kitab bertoelis Arab tetapi tidak berbahasa Arab. Itoe kitab berbahasa Melajoe. Orang kita seboet itu kitab Jawi. Djadi apa kita bisa ambil i’tibar? Kitab dan boekoe itoe sama sahaja. Kalaoe tidak sama, maka itoe kitab Jawi atau Jawo mestilah diseboet boekoe tersebab ianya bahasa Melajoe. Sebenarnja nak diseboet boekoe poen bermasalah joega menoeroet paham orang kita karena itoe kitab bertoelis Arab. Djadinya diseboet boekoe salah, diseboet kitab poen salah poela. Djadi apa mahoe kita seboet? Karena ia setengah Arab setengah Melajoe maka kita wajib seboet itoe boekit (boekoe kitab) atau boleh poela dibalik kitboe (kitab boekoe). Apa tidak nampak jahil djika ini nama kita pakaikan. Makanja saja bilang, djangan lagi riboetkan pasal kitab dan boekoe. Sama sadja itoe. Kitab itoe boekoe dan boekoe itoe poen kitab.  Jang beda tjuma bahasanja saja.

Ada saja punja kawan dekat, dia bilang bahawa boekoe itoe tidak ada jaminan sebab ditoelis oleh boekan oelama. Ini orang entah apa2 dia reboes. Apa dia piker Hasbi Ash Shiddiqiey itoe boekan oelama? Hamka boekan oelama? Apa tjuma Sirajuddin sadja oelama? Kita buteoh tahoe bahwa setingkat Syafii Maarif sadja sering seboet2 nama Hasbi Ash-Shiddiqiey, djarang sekali dia seboet Sirajuddin padahal Maarif itoe intelektoeal sekampoeng Sirajuddin.

Ada djoega kawan saja sama mengadji doeloe, dia tekankan saja soepaja tidak batja boekoe sebab berbahaja, batja kitab sadja agar kita orang selamat. Saja djawab bahwa kitab dan boekoe itoe sama sahadja, semoea boleh kita batja. Perkataan saja dibantahnja poela, bahwa kitablah jang soedah terdjamin, boekoe tak ada djaminan. Mendengar apa jang dia perkatakan, saja poen terkenang masa mengaji doeleoe. Waktoe itoe dia sama mengadji dengan saja. Saja tahoe betoel dia itoe tidak bisa batja kitab. Waktoe teungkoe batja kitab, dia ambel dia punja pencil, dia catat itoe baris pada kita goendoel. Lepas itoe, saat teungkoe batjakan arti kitab, dia poen goena pencil lagi, dia tjatat itoe arti di laen kertas. Kalau matjam ini batja kitab siapa tak bisa? Dia itoe kitab tak bisa batja, boekoe poen dilarangnja poela. Hahaha…Saja paksa diri oentoek tertawa sahaja. Mahoe djadi apa dia itoe.

Anehnja lagi, orang jang doeloe larang batja boekoe, sekarang soedah radjin boeat boekoe. Soedah poela beladjar bikin madjalah dan soerat kabar dengan tajoek matjam2. Soedah joega pakai facebook, padahal itoe barang kafer punja. Djalan sana-sini ke mana2 tempat bawa joega kompoeter djinjing. Soedah berkemajoean roepanja. Sajangnja tjuma lakunja sadja jang madjoe tapi pikirannja masih seroepa doeloe, masih larang orang batja boekoe. Saja takoetnja salah2 Injil poen dipikernja kitab, karena ada poela Injil dalam bahasa Arab. Doeloe masa Abbasijah, banjak benar boekoe2 Junani dialihbahasakan dalam bahasa Arab, djangan sampai boekoe2 Aristoteles poen dianggap kitab tersebab bertoelis Arab.

Kita kembali ke pasal boekoe. Sdr2 dan toean2 di achir karangan ini saja ingin perkatakan bahwa kita semoea haroeslah radjin2 beladjar. Mari kita semoea radjin membaca apa2 sadja tak kira apakah itoe boekoe, soerat kabar, madjalah, boeletin atau selebaran sekalipoen. Tak perloe bertegang oerat pasal boekoe kitab itoe sama sahadja. Jang penting batjalah. Bila perloe kitab-kitab Ibrani poen kita batja! Banjak batja akan banjak tahoe, dengan banjak tahoe maka tidak moedah kita sesat2 kan orang laen. Sedikit batja sedikit poela tahoe, bahkan tak tahoe sekalipoen, tersebab itoelah mudah sangat mereka itoe memboat tjap sesat orang laen hanja karena batja boekoe. Entah apa ini orang kita berikan nama.

Achirnya hanja kepada Allah djoealah kita kembali, semoga kita semoea dirahmati-Nja. Kita ingin bertemoe Allah dalam keadaan kita banjak batja, banjak tahoe sehingga kita poen mampoe beribadah kepadanja dengan ilmoe, boekan toet-toet-toet… seperti gerbong kereta api. Allah sudah perintahkan dalam Al-Qur’an moelia jang mana itu ayat pertama kali toeroen bahwa kita diperintahkan membatja. Wallahu A’lam.

Tjajatan: karangan ini ditulis bahasa begini soepaja kita ingat masa laloe, masa nenek kakek kita doeloe jang suka sekali dalam membatja. Edjaan ini kadang betoel kadang tidak. Djika betoel alhamdilillah, djika salah maafkanlah.

Post a Comment

0 Comments