Untuk Apa Membaca?

Tulisan semisal ini mungkin sudah menyemak dan memenuhi belantara internet yang luasnya belum sempat terhitung. Namun demikian, kenyataan tersebut tidak menghalangi kita untuk mengulas kembali tema ini menurut alam pikir kita masing-masing. Jika kemudian tulisan ini mengandung kesamaan dengan beberapa tulisan penulis lain, maka hal tersebut menjadi wajar belaka, sebab ulasan ini bersifat umum dan tidak khas.

Agar tidak bertele-tele, baiknya langsung dikemukakan beberapa manfaat membaca, khususnya bagi penulis:

Pertama, membaca adalah salah satu cara bagi kita untuk menyerap informasi. Memang pada prinsipnya kita bisa mendapat informasi melalui banyak saluran semisal bertanya, mendengar, melihat dan berbagai saluran lainnya. Namun penyerapan informasi melalui proses membaca cenderung lebih fleksibel tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan kata lain, kita bisa membaca di mana saja dan kapan saja.

Kedua, membaca berguna untuk memperbarui informasi. Sepintas, alasan kedua ini mirip dengan alasan pertama, namun sebenarnya mengandung perbedaan. Alasan kedua adalah pengembangan dari alasan pertama. Seperti diketahui, tidak semua informasi bersifat final dan absolut. Sebagian informasi terus mengalami perubahan dan bergerak dinamis. Sebagai contoh, dulu Kerajaan Samudera Pasai diakui sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara, tapi kemudian muncul informasi baru yang menyebut keberadaan Kerajaan Islam Peureulak yang berdiri sebelum Pasai. Meskipun masih *debatable*, tapi setidaknya informasi tersebut bisa membuka peluang diskusi baru. Dalam kondisi inilah membaca berguna untuk memperbarui informasi yang pernah kita temukan sebelumnya.

Ketiga, membaca dapat menyegarkan pikiran. Bagi yang suka membaca tentu sudah merasakan sendiri kesegaran dimaksud. Dengan membaca, pikiran yang sebelumya kusut dapat tersegarkan kembali melalui kenikmatan yang kita peroleh dari berbagai bacaan, khususnya bacaan-bacaan baru. Seorang yang dilanda kesedihan misalnya dapat membaca buku-buku humor sebagai hiburan sehingga kesedihan tersebut dapat berkurang sedikit demi sedikit.

Keempat, membaca dapat membantu kita memperbanyak kosakata. Sebagian kita mungkin sering mengeluh karena kewalahan mendapatkan kosakata yang pas ketika menulis atau berbicara. Kondisi ini dapat diobati dengan membaca buku-buku pemikiran dan juga novel. Dengan membaca buku-buku tersebut kita akan menemukan banyak kata-kata baru yang mungkin belum pernah kita temukan sebelumnya.

Kelima, membaca dapat membantu kita untuk berpikir teratur dan sistematis. Melalui bacaan kita akan mengetahui bagaimana seseorang itu berpikir dan mengajak orang lain untuk percaya kepada pikirannya. Membaca buku-buku filsafat misalnya akan berguna bagi pembentukan pikiran ketika kita ingin berbicara atau menulis. Dengan membiasakan diri membaca, khususnya tulisan para pakar, akan menghindarkan kita dari “kekacauan” pikir.

Keenam, membaca bisa mengobati kejenuhan. Sebagian kita menghabiskan waktu kosong hanya untuk melamun yang kemudian membuat kita tertidur. Melamun sering menjadi senjata terakhir guna menghalau kejenuhan. Padahal membaca bisa menjadi salah cara untuk mengusir kejenuhan. Biasanya kejenuhan muncul sebagai akibat mengangurnya kerja otak. Agar otak tidak menganggur, kita bisa menggunakan waktu kosong tersebut untuk membaca.

Ulasan di atas hanya gambaran umum saja dari segudang manfaat yang akan kita peroleh melalui membaca. Untuk menemukan manfaat lainnya, silakan membaca dan terus membaca sepanjang waktu.

Post a Comment

0 Comments