Penulis Populer

Istilah populer sering kali identik dengan kemegahan dan kemasyhuran. Dalam konteks kepenulisan, penulis populer kerap dimaknai sebagai penulis terkenal yang dikagumi banyak orang. Penulis populer adalah penulis yang dicintai oleh para pembaca.

Pemaknaan demikian tentu tidak dapat disalahkan, apalagi jika pemaknaan itu mengacu pada konteks kebahasaan. Lagi pula dalam tradisi kita, kepopuleran juga acap kali dikaitkan dengan kebenaran, di mana sesuatu yang populer cenderung dianggap benar.

Namun begitu, tulisan ini akan mencoba memaknai istilah populer dalam konteks yang lebih luas yang tidak hanya terpaku pada penafsiran kebahasaan, tapi juga merujuk pada kenyataan-kenyataan sosiologis-psikologis.

Benar populer identik dengan kemegahan, tapi ia tidak selalu identik dengan kebenaran. Populer juga identik dengan kekaguman, tapi tidak selamanya ia berakar dari kejujuran.

Dalam kenyataan sosiologis tidak dapat dipungkiri ramai penulis yang mengejar popularitas dengan menggadaikan moralitas. Demikian pula dalam konteks psikologis juga banyak bermunculan penulis yang mengejar kemasyhuran dengan meninggakan objektivitas.

Dalam ruang politik, kita bisa menyaksikan beberapa penulis yang mati-matian membela kepentingan penguasa dengan melawan nuraninya sendiri hanya demi popularitas dan kemapanan dirinya. Dia tidak peduli dengan nasib sebagian anak bangsanya yang tertindas, terpuruk dan tersisih. Dia hanya peduli pada popularitasnya di hadapan penguasa.

Dalam ruang sosial keagamaan, ramai pula penulis yang terjebak dalam narsisme, di mana setiap tulisannya selalu saja menjadi senjata untuk menghantam kalangan minoritas agar nama besarnya tetap agung di mata mayoritas sebagai “pemilik” kebenaran tunggal. Baginya kebenaran adalah milik mayoritas yang harus dibela dengan berbagai argumentasi subjektif yang jauh dari fakta-fakta yang ada. Tujuannya hanya satu, kekaguman para pemujanya.

Popularitas sering kali menutup mata dan hati sebagian oknum penulis yang melacurkan dirinya demi kekaguman.

Post a Comment

0 Comments