Perubahan Caleg Pasca Terpilih

Sebagai manusia biasa, caleg juga akan mengalami perubahan gaya hidup pasca terpilih sebagai anggota dewan terhormat. Setelah terpilih sebutan caleg pun akan berganti menjadi aleg (anggota legislatif). Perubahan nama ini kemudian mengakibatkan perubahan-perubahan lainnya, baik disengaja, tidak sengaja atau terpaksa.

Perubahan gaya hidup caleg bisa terjadi cepat atau pun lambat. Sebagian oknum caleg langsung menampilkan sikap berbeda di awal-awal kemenangannya. Caleg serupa ini termasuk dalam kategori tidak taktis alias terlalu panik. Sementara itu sebagian oknum caleg lainnya akan menampilkan perubahan beberapa lama setelah ia terpilih, paling lama dua tahun setelah menjadi anggota dewan. Model ini biasanya dilakoni oleh caleg yang sudah berpengalaman alias caleg kawakan.

Untuk tahap pertama para oknum caleg akan menampilkan perubahan di hadapan para pemilihnya alias masyarakat. Jika di masa pemilu si caleg terlihat gigih bercengkerama, bersenda gurau dan sok dekat dengan rakyat, maka pasca terpilih ia akan berusaha memisahkan diri dari keakraban palsu yang pernah ia geluti di musim pemilu.

Si oknum caleg ini akan memosisikan dirinya sebagai orang terhormat dengan cara mengungsi dari keramaian. Jika dulu dia memasuki lorong-lorong terpencil nan sunyi untuk sekadar menyetor senyum kepada rakyat, pasca menjadi anggota dewan dia akan mengurung diri dan bertapa karena takut rakyat akan membalas senyumnya.

Di musim-musim pemilu ramai caleg (mungkin oknum) yang terkenal dermawan dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Saat itu ramai juga caleg yang bersedia hadir di pesta dan kenduri-kenduri kecil di pelosok lengkap dengan papan bunga. Pasca pemilu, mungkin karena harus menyesuaikan diri dengan tugas-tugas baru di parlemen, tidak sedikit oknum caleg yang kemudian berubah menjadi pelit dan malas memenuhi undangan dengan dalih sibuk mengurus rakyat. Dengan kata lain, para oknum caleg ini sadar bahwa sok dermawan dan sok peduli itu hanya cocok di musim pemilu.

Perubahan gaya hidup oknum caleg di hadapan rakyat ini biasanya berlangsung di tahun pertama atau tahun kedua setelah pantatnya menyentuh kursi parlemen. Setelah perubahan gaya hidup di hadapan rakyat dianggap selesai, biasanya akan dilanjutkan dengan perubahan di hadapan tim sukses.

Di tahun-tahun pertama pasca terpilih, walau pun telah berhasil mengatur jarak dengan rakyat, namun para oknum caleg biasanya akan tetap menjaga kemesraan dengan para tim suksesnya. Caleg-caleg profesional tidak akan memutuskan hubungan dengan tim sukses di awal-awal kesuksesannya, karena dia paham tindakan tersebut akan berakibat fatal.

Perubahan gaya hidup oknum caleg di hadapan tim sukses biasanya berlangsung di tahun kedua. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengurangi pertemuan dengan tim sukses dengan alasan kesibukan di gedung parlemen. Langkah selanjutnya menonaktifkan nomor handphone lama dan mengaktifkan nomor baru yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu. Dia akan merahasiakan tindakan ini sampai ada tim sukses yang bertanya. Jika ada tim sukses yang bertanya, maka dia akan menjawab hpnya rusak atau hilang.

Oknum caleg profesional paham bahwa interaksi yang terlalu lama dengan tim sukses pasca terpilih akan sangat menguras waktu dan isi kantong. Hal ini didasari oleh sikap sebagian oknum tim sukses yang menjadikan anggota dewan sebagai mesin ATM berjalan. Kondisi ini sering menyebabkan si caleg kebingungan karena dia harus menyediakan pulsa, uang kopi dan biaya beli koyok kepada para tim sukses. Berdasarkan alasan-alasan itulah pasca terpilih si caleg akan berusaha mengubah gaya hidupnya di hadapan tim sukses.

Namun demikian, biasanya si oknum caleg akan tetap “memelihara” beberapa tim sukses khusus yang dianggap paling berpengaruh alias “pasukan turbo.” Jumlahnya tidaknya banyak dan paling banyak cuma lima atau sepuluh orang. Beberapa orang penting ini akan terus dijaga dan dilayani sampai masa jabatan si oknum anggota dewan habis untuk kemudian mengatur strategi baru guna memperoleh kemenangan pada pemilu berikutnya.

Bagbudig!

Post a Comment

0 Comments